PARINGIN, Kalimantanlive.com – Tanaman padi di persawahan Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Tengah (HST) dan Balangan diserang hama wereng coklat.
Kondisi ini cukup dikeluhkan karena selain menghambat tumbuh kembangnya padi varietas lokal yang ditanam masyarakat petani, serangan hama wereng dapat menyebabkan tanaman padi yang siap panen mengering kemudian mati.
Dillah, petani warga Desa Parigi, Kecamatan Bakarangan, sekitar 22 borongan sawahnya diserang wereng coklat.
BACA JUGA: DKP3 Balangan Berdayakan Petani Kendalikan Serangan Hama Wereng Coklat, Bupati Pun Pantau Langsung
“Akibat serangan hama itu, pertumbuhannya lambat, jika tidak disemprot insekstisida batangnya bisa mati,” ujar Dillah, Selasa (19/3/2024) lalu.
Serangan hawa wereng dapat menyebabkan petani di sejumlah daerah mengalami kerugian akibat gagal panen alias fuso.
Hama wereng tersebut mulai menyerang tanaman padi ketika mulai keluar buahnya, namun tiba-tiba daun menguning dan batangnyapun mulai membusuk.
“Selanjutnya buah padi juga tidak berisi atau gabuk,” ujar Ifan, petani di HST.
“Hampir dalam satu pekan kami bahkan menyemprot padi hingga tiga kali,” kata petani yang lain, Roji.







