Hama Wereng Coklat Serang Tanaman Padi di Tapin, HST, DKP3 Balangan Berdayakan Petani

Menurut dia, serangan hama wereng tersebut semakin merajalela, ketika curah hujan semakin tidak teratur.

Dia menjelaskan, padi siam yang dia tanam sudah dua kali disemprot, yakni pasa usia sebulan setelah tanam dan tiga pekan setelah itu.

BACA JUGA:
DPLH Balangan Gelar Buka Puasa Bersama Petugas Kebersihan, Bagikan Sembako dari Bank Kalsel

Upaya ini pun mau tidak mau mengeluarkan biaya tambahan lain, untuk mengusir hama yang mengganggu.

“Sampai saat ini, mungkin sudah ada ratusan ribu keluar biaya untuk membeli insektisida aktif yang digunakan,” ujarnya.

Kejadian sama juga berlangsung di Kecamatan Tapin Selatan. Setidaknya 35 ada hektare sawah turut diserang wereng coklat.

Masyarakat petani bersama penyuluh pun bekerjasama untuk melakukan penyemprotan insektisida guna mengurangi potensi kerusakan.

Disampaikan Maslan, petugas dari penyuluh pertanian Tapin Selatan, karakter sereng coklat yang kuat bertahan dan cepat beradaptasi dengan kondisi lingkungan membuat pengendalian sulit dilakukan.

“Tapi dengan secara serentak kita lakukan penyemprotan, semoga bisa dikendalikan dan padi masyarakat pertumbuhannya normal kembali,” ujarnya.