BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banjarmasin terus berupaya mengedukasi sekolah di Kalimantan Selatan melalui Sosialisasi Keamanan Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah (PJAS) di Banjarmasin.
Ada sebanyak 60 peserta yang mengikuti dari unsur guru, Komite Sekolah, siswa, Lintas Sektor di Kota Banjarmasin dan Pegawai BBPOM di Banjarmasin.
# Baca Juga :Ketua TP PKK Kotabaru Hadiri Baksos dan Safari Ramadhan yang Digelar Istri Gubernur Kalsel
# Baca Juga :Sebelum Dibentuk Pansus, Gubernur Kalsel Akan Serahkan LKPJ 2023 Kepada DPRD, Ini Jadwal Lengkapnya
# Baca Juga :Pemprov Kalsel Sosialisasikan Ajang KIA 2024, Gubernur Kalsel: Inovasi Jadi Kunci Daya Saing Daerah
# Baca Juga :Jelang Ramadan dan Idulfitri, Gubernur Kalsel Ingin Tim TPID Laksanakan Instruksi Mendagri soal Harga
Dalam sambutan Kepala Balai Besar POM di Banjarmasin, Leonard Duma melalui Pengawas Farmasi dan Makanan, Gusti Maulita Indriyana mengatakan program Gerakan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang Aman, Bermutu dan Bergizi merupakan Program Prioritas Nasional yang telah dicanangkan oleh Wakil Presiden, Boediono pada tahun 2011.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan PJAS yang aman, bermutu, dan bergizi adalah melalui partisipasi aktif dan terpadu dari seluruh kementerian lembaga pemerintah, dan lintas sektor di pusat maupun daerah serta pemberdayaan komunitas sekolah.
“Jadi implementasi program PJAS, menuntut kemandirian sekolah termasuk guru, orang tua murid serta pengelola kantin dalam mengawasi keamanan jajanan anak di lingkungan sekolah masing-masing,” kata Gusti, Selasa (19/3/2024).
Apalagi Kota Banjarmasin merupakan salah satu lokus Program Keamanan PJAS di tahun 2024 yang mengintervensi 12 sekolah di tingkat SD, SMP, SMA atau yang sederajat.







