KRONOLOGI Anak Tega Bunuh Ayah Kandung di HST, Iptu Akhmad: Karena Masalah Kambing

Berdasarkan keterangan istri korban, MA rupanya sebelumnya telah terjadi kesalahpahaman antara korban D (ayah) dengan pelaku ZI (anak).

“Saat itu, pelaku ingin menjual satu ekor kambing milik D yang juga merupakan orangtua kandung dari pelaku ZI sendiri,” paparnya.

Kemudian, niat pelaku ingin menjual kambing saat itu juga dengan cara membawa langsung kambing dan diikat oleh pelaku.

Melihat hal tersebut, sang ayah menegur untuk menjual kambing tersebut besok saja.

“Pelaku (anak) tidak terima dan terjadi perkelahian yang mana pada saat itu ada istri korban, MA sempat melerai perkelahian tersebut,” jelasnya.

MA, ungkap Iptu Akhmad, terus mencoba melerai perkelahian namun tidak berhasil. Setelah perkelahian, D pergi ke rumah tetangga, dan saat MA mencarinya, D ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka parah di kepala di dalam rumah tetangga.

“Meskipun D segera dibawa ke RSUD H Damanhuri untuk mendapatkan perawatan, namun nyawanya tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia setelah diperiksa oleh tim medis,” jelas Iptu Akhmad.

Satreskrim Polres HST berhasil mengamankan ZI beserta barang buktinya untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Motif pasti dari perbuatan tragis ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Kasus ini menunjukkan bahwa pelaku pembunuhan tidak pandang bulu, bahkan dapat terjadi di lingkungan keluarga sendiri,” kata Iptu Akhmad.(tri/humas.polreshst)

Editor : NMD