BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina, membuka orientasi tim pendamping keluarga beresiko Stunting, bertempat di Aula Kecamatan Banjarmasin Utara, Jum’at (22/03/2024).
Pada kesempatan itu juga diserahkan santuan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan bagi para kader pendamping.
# Baca Juga :Wali Kota Banjarmasin Ajak Masyarakat Pertebal Keimanan dan Kualitas Ibadah di Bulan Suci Ramadan
# Baca Juga :Wali Kota Banjarmasin Optimis Pengumpulan Zakat 2024 Mampu Mencapai hingga Rp 6 Miliar
# Baca Juga :Ramadhan 1445 H, Wali Kota Banjarmasin: Kalau Ada Oknum Melanggar Kita Tegakkan Aturan Berlaku
# Baca Juga :Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan, Wali Kota Banjarmasin, TPID dan Forkopimda Turun ke Pasar
H Ibnu Sina menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim pendamping keluarga atas komitmennya dalam mendampingi anak-anak yang resiko stunting.
“Kami berharap dengan orientasi ini, Semoga kemampuan dan keterampilan tim pendamping dapat meningkat, termasuk dalam pendataan yang akurat dan seimbang,” ujar Ibnu.
Lebih lanjut, Ia juga ingin agar data mengenai anak-anak stunting menjadi semakin valid dan dapat menjadi indikator nyata penurunan kasus stunting di Banjarmasin.
“Karena melalui Bantuan Program Bapak Asuh Anak Stunting dengan pemberian makanan dan tambahan gizi diyakini dapat memberikan hasil yang positif jika didampingi secara intensif oleh tim pendamping,” tambahnya.
Sementara angka stunting masih cukup tinggi, Ibnu Sina menekankan perlunya upaya ekstra untuk memastikan penurunan yang signifikan. Ia juga menyebut bahwa setelah usia dua tahun, sebagian besar anak yang stunting tidak lagi termasuk dalam kategori tersebut, baik karena faktor usia maupun penanganan yang diberikan.







