Berdasarkan informasi BMKG di X Twitter @InfoBMKG, getaran itu bukan di Kalsel, tetapi merupakan dampak gempa di Tuban Jatim pada sore hari yang berpusat 130 Km di Laut Jawa dengan magnitudo 6,5 SR. Pusat gempa di kedalaman 10 Km tak berpotensi tsunami.
Ketua DPRD Kalsel mengimbau, goyangan gempa bumi tektonik itu hendaknya tak membuat masyarakat panik, karena berdasarkan keterangan BMKG setempat, dampaknya tak menimbulkan tsunami.
BACA JUGA:
Lampu Gantung Bergoyang-goyang, Getaran Gempa Bumi Tuban Jatim 6.1 SR Terasa di Banjarmasin
“Sebaliknya, menjadi kewaspadaan dan lebih menyadarkan semua tentang kekuasan sang pencipta yang mengatur alam semesta dan memberikan teguran,” ujarnya.
Menurutnya, DPRD Kalsel nantinya akan mendorong instansi pemerintah baik provinsi maupun kabupaten, untuk lebih menyiapkan alat deteksi dini, sehingga potensi terkait berbagai bencana seperti gempa bumi, bisa diketahui lebih awal
Secara terpisah, Kepala BPBD Provinsi Kalsel, R Suria Fadliansyah melalui Kabid Kesiapsiagaan dan Pencegahan, Bambang Dedi Mulyadi, di Banjarbaru, Senin (25/3/2024), pihaknya saat ini fokus melakukan mitigasi bencana gempa bumi.
“Melihat terjadinya kasus gempa bumi yang menimpa warga Kalsel beberapa waktu lalu, maka kami fokus melaksanakan mitigasi bencana gempa bumi kepada masyarakat dalam rangka mengurangi risiko akibat bencana tersebut,” katanya.










