JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Film Kiblat bergenre horor yang dibintangi Ria Ricis dan diproduksi Leo Pictures menuai kontroversi, karena dinilai mendiskreditkan agama Islam.
Bahkan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis, turut memberikan tanggapannya mengenai film Kiblat tersebut.
Menurutnya, selama ini dunia hiburan kerap menggunakan materi yang kontroversi dan sensitif untuk mempromosikan sesuatu agar banyak penonton.
# Baca Juga :Serunya Siswa Sekolah Tahfizh At-Tibyan saat Nonbar Film Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari di Perpus
# Baca Juga :Puncak HUT-26, SMA 3 Banjarbaru Gelar Seabrek Acara dari Lomba Film Pendek hingga Jalan Santai
# Baca Juga :Terinspirasi Crypto Film “13 Bom di Jakarta” Meledak, Tembus Satu Juta Penonton
# Baca Juga :Wih Asik! Ada Film Animasi Baru Kisah Petualangan Glen di Teater Perpustakaan Palnam
Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya pada Minggu (24/3/2024), Cholil mengungkapkan kekhawatirannya terkait judul dan kemungkinan isi dari film tersebut yang dapat menimbulkan kontroversi di masyarakat.
Cholil menyatakan bahwa dirinya belum mengetahui secara detail isi dari film “Kiblat” namun merasa cemas karena judul film tersebut secara eksplisit merujuk pada Ka’bah, yang merupakan arah kiblat salat bagi umat Islam.
“Saya tak tahu isi filmnya maka belum bisa komentar. Tapi gambarnya seram kok, judulnya kiblat ya. Saya buka-buka arti kiblat hanya Ka’bah, arah menghadapnya orang-orang salat,” ungkap Cholil dalam unggahannya.
Lebih lanjut, Rais Syuriyah PBNU tersebut mengecam penggunaan elemen agama dalam promosi film yang dianggapnya sebagai upaya untuk menarik perhatian dan meningkatkan jumlah penonton, meskipun dapat menimbulkan reaksi negatif khususnya dari kalangan beragama.
“Acapkali menggunakan promosi sensitif dan kontroversi agar menarik perhatian dan banyak penonton. Tapi kalau menyinggung agama biasanya malah tak boleh ditonton,” lanjutnya.










