BANJARBARU, Kalimantanlive.com – Mengantisipasi dampak bencana gempa bumi, Badan Pengendalian Bencna Daerah (BPBD) Kalsel direkomendasikan perlu melakukan pemetaan bahaya guncangan gempa bumi di setiap kabupaten dan Kota.
Menurut Kabid Kesiapsiagaan dan Pencegahan Bencana BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, walaupun skala kecil dan belum berdampak signifikan terhadap masyarakat namun patut diwaspadai ke depannya karena bencana gempa bumi memiliki pola berulang.
BACA JUGA:
Kalsel Digoyang Gempa, Gubernur Sahbirin Noor Minta BPBD dan Semua Pihak Tingkatkan Kewaspadaan
“Salah satu poin Rekomendasi dari BMKG Balikpapan usai kita melakukan audiens ke sana, BPBD Kalsel perlu melakukan pemetaan bahaya guncangan gempa bumi di setiap kabupaten dan Kota sebagai perencaan pembangunan yang berbasis mitigasi,”ujarnya, di Banjarbaru, Senin (25/3/2024) sebagaimana dilansir dari jejakbanua.com
Seperti diketahui bencana gempa bumi merupakan fenomena bencana baru yang terjadi di Kalimantan Selatan.
Berdasarkan catatan Kalimantanlive.com, gempa bumi yang langsung terjadi di Kalsel, maupun dampak dari gempa yang terjadi di provinsi lain, mulai dirasakan masyarakat di Banua sejak pertengahan 2023 lalu.
Pada 7 Agustus 2024, BMKG merilis gempa dengan kekuatan magnitudo (M) 7,4 terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan (Kalsel).
Menurut BMKG, pusat gempat berada di 180 Km tenggara Tanahbumbu Kalsel dengan kedalamanan 10 Km dan tidak berpotensi tsunami.







