BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Kinerja APBN sampai dengan Februari 2024, khususnya disisi pendapatan telah terealisasi sebesar Rp 2,60 triliun atau 11,25 persen dari target. Hal tersebut dikatakan Kepala DJPb Kalsel Syafriadi pada saat publikasi ALCo realisasi sampai dengan 29 Februari 2024.
Dikatakan Syafriadi, jika dibandingkan pada periode yang sama 2023, pertumbuhannya -33,17 persen. Untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menunjukkan angka pertumbuhan yang positif yaitu 19,95 persen dengan realisasi sebesar Rp 384,15 miliar.
# Baca Juga :Terbaik II Penyaluran KUR, Bank Kalsel Raih Penghargaan dari Pemprov dan Kanwil DjPb Kalsel
# Baca Juga :DJPb Kalsel Publikasikan Kinerja APBN Kalsel September 2023, Pendapatan Tumbuh 23,64 Persen
# Baca Juga :Kanwil DJPb Kalsel Sampaikan Realisasi Pendapatan dan Belanja Daerah Sebesar Rp 12,16 Triliun
# Baca Juga :Kanwil DJPb Kalsel: Perubahan Kebijakan APBN Tingkatkan Pemberian Subsidi di Tengah Inflasi
“Realisasi total belanja negara sebesar Rp 6,33 triliun atau 16,73 persen dari pagu. Capaian ini meningkat 42,98 persen dibandingkan tahun lalu. Dalam rangka pembayaran THR, khusus untuk Belanja Pemerintah Pusat, telah dialokasikan belanja THR pegawai sebesar Rp 188,46 miliar kepada 36.249 penerima. Realisasi sampai dengan 26 Maret 2024 sebesar Rp 165,98 miliar untuk 340 satuan kerja serta kepada 34.826 penerima,” kata Syafriadi di Banjarmasin, Kamis (28/3/2024).
Penjelasan lebih rinci untuk pendapatan negara, realisasi Penerimaan Pajak Dalam Negeri mencapai Rp 2,19 triliun atau 10,23 persen dari target, terkontraksi sebesar -35,37 persen (yoy). Kontribusi terbesar berasal dari Pajak Penghasilan (PPh) sebesar Rp 1,40 triliun, kemudian PPN memberikan kontribusi sebesar Rp703,90 miliar.
“Tiga sektor yang memberikan kontribusi penerimaan perpajakan terbesar berasal dari sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi sebesar 36,7 persen, kemudian sektor pengangkutan dan pergudangan sebesar 19,7 persen, dan sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 7,7 persen,” ucap Syafriadi.
Secara kumulatif, sampai dengan Februari 2024, mayoritas sektor utama masih tumbuh positif, kecuali Sektor Pertambangan dan Penggalian, Sektor Perdagangan Besar, dan Sektor Pertanian yang mengalami kontraksi.
Kinerja penerimaan negara yang dipungut oleh Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan sampai dengan Februari 2024 sebesar Rp 1,29 triliun. Penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp 21,40 miliar dan penerimaan lainnya Rp 1,27 triliun. Tantangan yang dihadapi terkait penerimaan yang dipungut oleh Kanwil DJBC Kalbagsel adalah penurunan harga ekspor komoditas batubara, CPO dan turunannya.







