BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Nuryadi mengatakan kegiatan fisik yang masuk kategori tidak mendesak akan dilaksanakan pada tahun 2025.
“Hal ini dikarenakan dampak dari adanya refocusing sehingga kegiatan yang masuk dalam kategori tidak mendesak harus ditunda untuk sementara waktu,” ujarnya baru-baru tadi.
# Baca Juga :Marak Aksi Meminta Uang Berkedok Sumbangan, Pemko Banjarmasin Minta Masyarakat Waspada Orang Asing
# Baca Juga :Satreskrim Polresta Banjarmasin Amankan 3 Pria Viral Minta Sumbangan ke Perkampungan Warga
# Baca Juga :INFORMA Duta Mall Banjarmasin Re-opening Store, Kedepankan Tata Letak dan Konsep Baru Permudah Pelanggan
# Baca Juga :Wujud Sinergi Kolaboratif, Kota Banjarmasin Gelar FGD Satu Data dalam Angka 2024
Kegiatan yang ditangguhkan akibat refocusing ini, lanjutnya akan direalisasikan pada tahun depan.
“Atau jika memungkinkan terjadi perubahan pada Anggaran Pendapatan Belanda Daerah (APBD),” bebernya.
Adapun kegiatan fisik yang harus ditunda yakni pembangunan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah.
“Seperti laboratorium atau perpustakaan dengan anggaran Rp. 500 Juta,” sebutnya.
Mengingat, adanya hutang yang belum dibayarkan untuk kegiatan di tahun 2023 sebesar Rp 98 Miliar, membuat pagu anggaran Disdik Banjarmasin untuk tahun 2024 harus dipangkas sebesar 60 persen.
“Dengan adanya refocusing ini tidak terlalu berpengaruh terhadap kegiatan Disdik Kota Banjarmasin,” terangnya.
Hal ini dikarenakan pihaknya telah memilah-milah kegiatan yang sifatnya lebih di prioritaskan untuk dikerjakan.
“Karena kalau kegiatan yang masuk dalam kategori prioritas tidak terkena refocusing,” tuntasnya.(Kalimantanlive.com/Lina)
Editor : NMD










