BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan (BPS Kalsel) menyatakan di 5 kabupaten dan kota terjadi inflasi y-on-y sebesar 2,58 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,65 pada Maret 2023 menjadi 106,32 pada Maret 2024.
Menurut Kepala BPS Kalsel, Martin Wibisono, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya hampir seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,95 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,31 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,66 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,56 persen.
# Baca Juga :BPS Sebut Nilai Ekspor Kalsel Capai US$ 1,24 Miliar November 2023, Ini Fakta-faktanya
# Baca Juga :BPS Tanah Bumbu Gelar Pelatihan Petugas Lapangan PL-KUMKM 2023, Langkah Awal Menuju Data Berkualitas
# Baca Juga :Tingkat Hunian Hotel Berbintang di Kalsel Naik pada Juli 2023, BPS: Tamu Asing Paling Banyak
# Baca Juga :Kepala BPS Kalsel Lihat Desa Cantik Kotabaru, Ini yang Dilakukan
“Selain itu dari kelompok kesehatan naik sebesar 2,38 persen; kelompok transportasi sebesar 0,70 persen kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,60 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,13 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,86 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,16 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,92 persen,” kata Martin Wibisono di Banjarbaru, Senin (1/4/2024).
Dikatakan Martin Wibisono, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Maret 2024, antara lain: emas perhiasan, beras, daging ayam ras, ikan nila, gula pasir, sigaret kretek mesin, telur ayam ras, bawang putih, cabai merah, tomat, udang basah, ikan gabus, nasi dengan lauk, mobil, air kemasan, buncis, sewa rumah, tarif rumah sakit, akademi/perguruan tinggi dan ikan goreng.
“Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: ikan peda, sabun detergen bubuk, televisi berwarna, ikan kembung, telepon seluler, bawang merah, minyak goreng, ikan selangat, ikan layang, kol putih, dan tas tangan wanita,” uangkapnya.
Sementara komoditas, paparnya, yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada Maret 2024, antara lain: beras, daging ayam ras, telur ayam ras, emas perhiasan, ikan papuyu, cabai rawit, angkutan udara, kacang panjang, bawang putih, buncis, jagung manis, ikan tongkol, es, ketimun, minyak goreng, ikan sepat siam, ikan peda dan udang basah. Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, antara lain: ikan gabus, ikan nila, bawang merah, susu bubuk, tomat, cabai hijau, terong, sabun detergen bubuk, kangkung dan cabai merah.







