BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Tabiun Huda mengungkapkan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Banjarmasin saat ini berada diangka 41 kasus dimana 3 penderita meninggal dunia.
“Dari awal tahun sampai sekarang bulan ke-empat, tidak melonjak secara signifikan, naiknya sedikit-sedikit saja,” ujarnya, Jumat (5/4/2024).
# Baca Juga :Dinas Kesehatan Gelar Lomba Jambore Kader Posyandu Kotabaru 2023, Erwin: Menekan Angka Stunting
# Baca Juga :dr Yandi Dilantik Jadi Kepala Dinas Kesehatan Tanah Bumbu, Gantikan Setia Budi yang Kini Kadis Perhubungan
# Baca Juga :Diapresiasi Menkes Budi Gunadi, Program Home Care Dinas Kesehatan Balangan Mampu Layani Ribuan Pasien di 8 Kecamatan
# Baca Juga :Dinas Kesehatan Tanbu Turun ke Desa-desa, Berikan Layanan Kesehatan bagi Masyarakat dan Bina 1D1M
Sehingga ia pun berharap seiring dengan berkurangnya curah hujan, juga dapat mengurangi resiko angka kesakitan DBD.
Tabiun juga membeberkan pasifnya kenaikan angka DBD ini pengaruh dari kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilakukan secara serentak di Kota Banjarmasin, juga kegiatan para Juru Pemantau Jentik (Jumantik).
“Terbukti dengan adanya kegiatan tersebut, dapat menekan lonjakan DBD sehingga tidak sampai ratusan,” sebutnya.
Sehingga kedepannya, pihaknya pun akan tetap menerapkan PSN, juga menggerakan jumantiknya dengan melakukan penyemprotan secara serentak.
Secara terpisah, Mira (34), warga kota Banjarmasin yang anaknya mengalami DBD mengatakan gejala awalnya hanya demam biasa.
“Gejalanya normal-normal saja, waktu badannya panas kami bawa ke Puskesmas, cek darah katanya trombosit nya rendah diduga DBD. Jadi langsung kami bawa ke UGD,” katanya.







