Namun, dia memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil oleh TPID Kota Banjarbaru akan menjaga keamanan pasokan dan harga komoditas tersebut, baik di Banjarbaru maupun di seluruh Kota Banjarmasin.
Selain itu, BPS Kota Banjarbaru mengemukakan 5 komoditi penyumbang IPH 2024 terbesar di antaranya beras, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabe rawit. Namun secara umum, perkembangan harga untuk 20 komoditas utam IPH dapat dikendalikan, selama Triwulan I 2024.
Pertimbangan aksi pengendalian oleh Kota Banjarbaru didasarkan skala prioritas dengan mengklasifikasikan 20 komoditi, d iantaranya:
1.Strategis: Beras, Gula, Minyak Goreng, Tepung Terigu
2.Rentan (Musiman/Volatile): Bawang Merah, Bawang Putih, Cabe Merah, Cabe Rawit (bumbu bumbuan)
3.Sering Dikonsumsi: Daging ayam Ras, Telur ayam ras, daging sapi, Udang, Ikan
4.Dibutuhkan: komoditi lain dari 20 komoditi tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan, Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru, Abu Yajid Bustami, diwakili oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Wiwien Robiaty memaparkan data belanja dana insentif fiskal di Banjarbaru serta menyebutkan langkah-langkah pengendalian Inflasi Bidang Ketahanan Pangan, seperti penguatan LPM dan sinergi dengan pelaku usaha ritel pangan untuk mendukung Cadangan Pangan Nasional.
“Gerakan Pasar Murah (GPM) digelar pula sebagai strategi untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan dalam situasi perubahan iklim dan ketidakstabilan inflasi,”ujarnya.
Kalimantanlive.com/putri
editor: elpian







