Mau Mudik Lebaran Cek Dulu Kondisi Cuaca, BMKG: Sebut 21 Wilayah Berpotensi Bercuaca Ekstrem hingga 11 April 2024

KALIMANTANLIVE.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca untuk masa mudik Lebaran 2024.

Menurut BMKG, melalui laman resminya bmkg.go.id, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat/angin kencang akan melanda di sebagian wilayah Indonesia termasuk wilayah Pulau Kalimantan seperti Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Berikut 21 wilayah yang dilanda cuaca ekstrem dari hari ini, 6 April hingga 11 April 2024:

Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Sumatera Selatan
Bengkulu
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Maluku Utara
Maluku
Papua Barat
Papua

Waspada saat Mudik

Diketahui, saat ini masyarakat Indonesia mulai mudik, untuk melarakan momen Hari Raya Idul Fitri 1445 H di kampung halamannya.

BMKG meminta masyarakat untuk memantau kondisi cuaca dengan sering-sering membuka laman bmkg.go.id, sehingga bisa mengantisipasi kalau dilanda cuaca ekstrem.

Pasalnya BMKG, mendeteksi kemunculan bibit siklon tropis baru 96S di sekitar Laut Sawu.

Bibit siklon tropis ini memperlihatkan kecenderungan menguat secara perlahan dalam beberapa hari ke depan.

Akibatnya, akan muncul cuaca ekstrem di berbagai wilayah, dari tanggal 4 – 11 April 2024 mendatang.

“Kemunculan bibit siklon baru ini akan memicu terjadinya cuaca ekstrem. Jadi mohon kepada masyarakat diharapkan untuk lebih berhati-hati dan waspada,” ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati di Jakarta, Kamis (4/4/2024), dikutip dari laman resmi BMKG.

Cuaca ekstrem ini bisa menimbulkan berbagai kerugian baik secara materiil, imateril hingga memicu bencana hidrometereologi.

Oleh karena itu, BMKG secara khusus mengimbau masyarakat yang melakukan mudik Lebaran untuk lebih waspada saat di perjalanan.

“Apabila kondisi cuaca sedang buruk, jangan memaksakan diri dan sebaiknya ditunda. Utamakan keselamatan, bukan kecepatan,” sambungnya.

Wilayah dilanda hujan

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, sistem Bibit Siklon 96S di sekitar wilayah NTT tersebut dapat memberikan dampak langsung dan tidak langsung terhadap kondisi cuaca di beberapa wilayah Indonesia dalam 24-48 jam kedepan.

Pertama, hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Kedua, Potensi Angin kencang di sekitar Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Ketiga Gelombang Tinggi 1.25 – 2.5 meter (moderate sea) di sekitar Samudra Hindia selatan NTB, Samudra Hindia selatan NTT, Selat Sumba bagian barat, Perairan selatan P. Sumba, Perairan selatan Kupang – P. Rote, dan Laut Sawu bagian selatan.

Lebih lanjut, Guswanto menjelaskan, signifikansi kondisi cuaca di wilayah Indonesia ini juga didukung oleh Aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) serta fenomena Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial masih terpantau dan diprediksi aktif di wilayah Indonesia dalam beberapa hari kedepan.

Selain itu, suhu muka laut yang hangat juga berperan dalam menyediakan kondisi yang mendukung pertumbuhan awan hujan signifikan di wilayah Indonesia.

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani mengatakan, secara umum, kombinasi pengaruh fenomena-fenomena cuaca tersebut diprakirakan menimbulkan potensi hujan dengan intensitas SEDANG-LEBAT yang disertai kilat/angin kencang di sebagian wilayah Indonesia hingga 11 April 2024:

Meski demikian, Andri mengimbau agar masyarakat tidak panik terkait dengan informasi Bibit Siklon Tropis 96S namun tetap waspada akan kemungkinan potensi cuaca ekstrem yang yang berpotensi terjadi selama periode awal libur lebaran tahun 2024.

“Mohon dipahami yang kami sampaikan ini adalah kondisi secara umum atau general di masing-masing wilayah.”

“Untuk mendapatkan informasi cuaca yang lebih akurat dengan resolusi yang lebih tinggi di setiap kecamatan. Mohon untuk dapat melihat atau mengunjungi aplikasi InfoBMKG untuk mengetahui informasi cuaca dengan perubahan cuaca setiap 3 jam,” ujar dia.

editor : NMD
Sumber : Kalimantanlive.com/bmkg.go.id