“Sedang dilakukan penguraian kemacetan di TKP dan kita sedang laksanakan olah TKP,” ujar Wirdhanto.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Aan Suhanan mengatakan secara keseluruhan ada 13 kantong mayat yang dibawa ke RSUD Karawang.
“Ternyata ada beberapa potongan tubuh yang masih tertinggal dimasukkan lagi ke kantong mayat. Jadi, ada secara keseluruhan ada 13 kantong mayat yang sedang diidentifikasi,” kata Irjen Aan di RSUD Karawang.
Irjen Aan menyebut proses identifikasi terhadap seluruh korban dilakukan di RSUD Karawang dengan melibatkan berbagai tim gabungan, mulai Inafis, DVI, hingga tim forensik pihak rumah sakit.
Sopir Bus Buka Suara
Sopir bus Heri mengaku busnya ditabrak dari depan dan belakang. Heri menuturkan kecelakaan bermula saat bus yang dikemudikannya melaju dari arah Bandung menuju Jakarta di jalur contraflow.
“Saya datang dari timur (arah Bandung) kaget aja tiba-tiba ada GranMax nabrak kepala (bagian depan bus), terus saya menepi ke kiri,” ucap Heri di sela proses evakuasi kendaraan oleh Jasa Marga dilansir detikJabar, Senin (8/4/2024).
Saat Heri berusaha menepikan bus ke kiri bahu jalan, ia juga tak mampu mengontrol bus yang dikendarainya. Sebab, dari belakang, busnya ditabrak oleh Daihatsu Terios
“Kondisi (lalu lintas) memang ramai, saya coba menghindar ke kiri, tapi di belakang seperti ada yang menabrak juga, jadi nggak kekontrol,” imbuhnya.







