Acara dimulai dengan pembacaan sholawat, kalam ilahi, sambutan-sambutan, manaqib Datu Kalampayan hingga doa.
“Alhamdulillah, selamat datang di bumi Lambung Mangkurat, tanah yang batuah tanah kelahiran Datu Kalampayan,” ucap Paman Birin.
Menurutnya, kalimat “Sinarnya Banua telah membuat Banua bersinar” yang sering ia gaungkan, memiliki makna yakni cahaya ilmu para ulama akan memancarkan ke seluruh Banua.
“Bersyukurlah kita hidup di Banua, di mana di bumi ini pernah hadir ulama, sesuai di zaman beliau, beliau belajar ke Makkah, menuntut ilmu berpuluh tahun kemudian kembali ke Banua dan kitab beliau Sabilal Muhtadin menjadi rujukan, kemudian juga menjadi nama masjid kebanggaan Kalsel di Banjarmasin,” ucapnya.
Paman Birin juga menyampaikan, bahwa seiring dengan perpindahan ibu kota provinsi, dari Kota Banjarmasin ke Kota Banjarbaru menjadi momentum bagi pemerintah, untuk turut berpartisipasi dalam menggaungkan ulama Banua, yakni pembangunan masjid yang namanya berkaitan dengan Datu Kalampayan.
“Insya Allah di tahun 2024 ini akan kita resmikan masjid raya di Banjarbaru, nama masjidnya yakni Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari,” ujarnya.







