Paman Birin Bersyukur Banua Punya Ulama Karismatik Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari

Sementara itu, dalam sambutannya Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, selain menceritakan sejarah singkat kehidupan Datu Kalampayan, ia juga menceritakan bahwa Manuskrip kitab Sabilul Muhtadin Fittafaquh Biamriddin, ditemukan oleh Dr. Ginanjar seorang filolog NU di koleksi Perpustakaan Universitas King Saud Riyad KSA dengan nomor kode 2318.

BACA JUGA:
Sekwan Kalsel Muhammad Zaini Hadiri Haul Data Kelampayan: Momentum untuk Selalu Menghormati Ulama

“Dalam data identitasnya disebutkan jika naskah ini adalah tulisan tangan sang pengarang, yaitu Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari pada hari Ahad 27 rabiul akhir 1196 H atau bertepatan dengan 22 April 1781 M (244 tahun silam),” ungkapnya.

Artinya, menurut KH Zulfa Mustofa, jika saat ini masyarakat memperingati haul Datu Kalampayam ke-218 itu artinya kitab tersebut ditulis dalam manuskrip ini 26 tahun sebelum Syekh Arsyad wafat.

Kalimantanlive.com/Yuni
Editor: elpian