Terlebih Rahmadi mengaku sudah tinggal selama tujuh tahun disana. Dan belum pernah melakukan renovasi apapun selama meninggali rumah tersebut.
“Saya beli dari orang dengan kondisi semi permanen dan tidak pernah melakukan renovasi sebelumnya,” ujarnya.
BACA JUGA:
Memprihatinkan Nyaris Ambruk, Bank Kalsel Bantu Pembangun Toilet SDN Antasan Besar 7 Banjarmasin
“Awalnya terjadi retakan namun saya sempat konsultasi kepada tukang. Kata tukang hanya retakan di lantai tidak papa, kami memang sudah ada janji untuk merombak dengan biaya sekitar Rp 6 juta,” lanjut Rahmadi.
Namun lantaran masih menunggu tukang untuk bekerja. Sehingga perbaikan rumah miliknya itu masih belum dikerjakan.
Hingga kondisi rumah miliknya itu justru was-was untuk ditinggali.
“Sementara bangunan yang runtuh mulai dari bagian belakang, kamar dan hingga kamar mandi,” katanya.
Atas kejadian itu, ia pun kemudian melapor ke BPBD Kota Banjarmasin.
Kalimantanlive.com/Ilham
Editor: elpian







