BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Provinsi Kalsel terus gencarkan Percepatan Peningkatan Produksi Pangan melalui Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Pertambahan Areal Tanam (PAT) di lahan Perkebunan salah satunya melalui Program Kelapa Sawit Tumpang Sari dengan Tanaman Pangan (KESATRIA).
Kepala Disbunnak Provinsi Kalsel, Suparmi ditemui melakukan Monev untuk melihat perkembangan implementasi program Kelapa Sawit Tumpang Sari dengan Tanaman Pangan Padi Gogo pada lahan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang berlokasi di Kabupaten Tanah Laut.
# Baca Juga :Pengangkatan PPPK Pemprov Kalsel, Galuh Tantri: Masih Tunggu Edaran Resmi Menpan RB
# Baca Juga :Datang atau Tidak RI 2 di Haul ke-218 Datu Kelampayan, Pemprov Kalsel Tetap Berlakukan Skenario Ini
# Baca Juga :Masyarakat Banua Harus Terdepan Kelola Zakat, Roy: Pejabat dan ASN Pemprov, Ayo Berzakat ke Baznas!
# Baca Juga :Pemprov Kalsel Salurkan Bantuan Parpol Rp7.500,00 Per Suara, Segini Jumlah yang Diterima
Suparmi mengatakan, lahan perkebunan kelapa sawit seluas 100 hektare telah ditanami Padi Gogo dengan 50 hektare padi siap panen.
“Kegiatan ini sebagai wujud nyata komitmen Gubernur Kalsel, sebagai Gerbang Logistik Kalimantan dengan adanya potensi lahan perkebunan yang luas dapat dioptimalkan dan dimaksimalkan dengan tanaman tumpang sari tanaman pangan khususnya padi gogo,” kata Suparmi di Banjarbaru, Rabu (17/4/2024).
Tumpang sari dilahan program PSR yang juga telah diimplementasikan di Kalsel dengan konsep pertambahan areal tanam (PAT) pertanaman dibawah tegakan tanaman tahunan perkebunan (Kelapa Sawit, Karet dan Kelapa Dalam) sesuai dengan arahan Menteri Pertanian RI, dalam Kepmentan Nomor 194/KPTS/OT.050/M/03/2024 tentang Satuan Tugas Antisipasi Darurat Pangan, khususnya terkait penyiapan lahan perkebunan dan CPCL penerima kegiatan tumpang sari padi gogo dalam upaya penambahan luas tanam padi.(diskominfomc.kalselprov.go.id)
editor : NMD







