3 Hari Dikabarkan Tenggelam, Tim Gabungan Akhirnya Temukan Siswi SMP di Sungai Tabalong dalam Keadaan Meninggal Dunia

TANJUNG, KALIMANTANLIVE.COM – Siswi SMP bernama Zahratunisa (16) warga Desa Nawin RT 07, Kecamatan Haruai kabupaten Tabalong korban tenggelam akhirnya berhasil ditemukan.

 

Peristiwa bocah perempuanyang diduga tenggalam di Sungai Tabalong Desa Nawin ini terjadi pada, Rabu (17/04/2024) sore.

 

Jasad korban berhasil ditemukan selama tiga hari oleh tim gabungan Polsek Haruai, Basarnas Tabalong, UPBS dan warga setempat, Jum’at (19/04/2024) pagi.

 

“Lokasi penemuan korban tenggelam sekitar 500 meter dari lokasi awal kejadian,” jelas Kapolres Tabalong AKBP Anib Bastian melalui PS Kasi Humas, Ipda Joko Sutrisno.

 

Atas penemuan tersebut berdasarkan kesepakatan pihak keluarga jasad korban langsung dibawa ke RSUD H Badaruddin Kasim Tanjunguntuk dilakukan tindakan medis.

 

Ditambahkan Joko, pihaknya pun turut berdukacita atas meninggalnya kepada pihak keluarga yang ditinggalkan dan memberikan bantuan berupa sembako untuk kegiatan tahlilan.

 

Diketahui, kejadian pertama kali diketahui langsung oleh teman-teman korban berjumlah 5 orang yang berusia antara 8 hingga 13 tahun. Kejadian saat mereka tengah bermain. Menurut pengakuan teman korban, mereka sudah sering berenang di sungai tersebut dan semuanya sudah bisa berenang.

 

Kejadian itu awalnya diketahui saksi Hamidah yang tengah melintas dan penasaran melintas dan melihat anak-anak menangis di pinggir sungai.

 

Setelah saksi menanyakan salah seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yaitu adik korban mengatakan bahwa kakaknya Zahratunisa hilang di sungai.

 

Berdasarkan penuturan rekan korban, sebelumnya mereka bermain luncuran dari tebing tanah ke sungai. Saat asyik bermain, salah seorang anak bernama Ika (7) tiba-tiba hendak tenggelam di sungai.

 

Melihat hal tersebut, korban berinisiatif hendak menolong dan langsung terjung mendekati Ika. Namun, entah bagaimana kejadiannya, justru korban yang malah tenggelam dan hanyut di sungai. Adik dan teman-teman korban kebingungan tak bisa berbuat apa-apa, sehingga hanya menangis di pinggir sungai.