Minimnya penerangan ini berimbas ke sering terjadinya kecelakaan lalu lintas. Sebut saja di perbatasan HSS-HST. Di lokasi ini, dalam kurun waktu satu bulan, dua nyawa melayang.
Menanggapi hal itu, Kabid Perhubungan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) HST, Mahlani mengakui sedang mengupayakan untuk memberikan penerangan pada titik-titik rawan kecelakaan tersebut. “Kita sudah mulai bergerak di dua titik itu,” jelasnya.
Mahlani mengakui telah mengusulkan penambahan penerangan di lokasi tersebut karena kewenangannya ada di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel).
Kalimantanlive.com/llham/bpost
Editor: Elpian







