Antusiasme Masyarakat Ikuti Shalawatan dan Tausiyah di Kiram Bersama Pimpinan Ponpes Darussalam Guru Hadi

Sementara itu, Dalam tausiahnya, Guru Hadi menjelaskan tentang pentingnya rasa syukur.

“Salah satu bentuk syukur itu adalah kehadiran kita di Bumi Sholawat setiap bulannya, kita bersyukur atas nikmat kesehatan, kesempatan berkumpul, dan limpahan rezeki yang Allah berikan. Namun, perlu diingat, keberkahan itu bisa dicabut jika kita lalai,” ujarnya.

BACA JUGA:
Paman Birin dan Acil Odah Serahkan Bantuan Pendidikan di Kalsel, Ini Jenis-jenis Bantauannya

Selain itu, Guru Hadi mengingatkan pentingnya peran para ulama dan guru dalam membimbing umat.

“Janganlah kita menjauh dari orang alim dan guru yang selalu membimbing kita. Mereka adalah penerang jalan bagi kita menuju ke jalan yang benar,” tuturnya.

Jemaah perempuan antusias mengikuti Shalawatan dan Tausiyah di Bumi Shalawat Alam Roh 88 Desa Kiram, Kabupaten Banjar pada Rabu (24/4/2025) malam. (foto: Adpim donny sophandi)

Lebih lanjut, Guru Hadi menjelaskan menjauhi para ulama dapat berakibat fatal, seperti yang disebutkan dalam sebuah hadis.

“Akan datang tiga hal buruk seperti hilangnya keberkahan rezeki, datangnya pemimpin yang zalim serta meninggal dalam keadaan tidak beriman,”jelas Guru Hadi.

Acara kemudian ditutup dengan pembacaan tahlil oleh Guru Sufian Al Banjari dan doa yang dibacakan oleh Pimpinan Majelis Dzikir Ihya Ulumuddin Gambut, Habib Ali bin Abdullah Alaydrus.

Tampak hadir pada acara tersebut yaitu para habaib, para ulama, tokoh masyarakat serta sejumlah Kepala SKPD di Lingkungan Provinsi Kalsel.

Kalimantanlive.com/rfq/adpim
Editor : elpian