Cara Pedagang Warung Makan di Banjarmasin saat Mahalnya Harga Pangan, Kurangi Porsi Jualan

BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Melambungnya harga bahan pangan seperti bawang, ayam, sayuran dan minyak goreng membuat para pedagang warung makan harus memutar otak guna usaha terus berjalan.

Sebut saja seperti Abdul, Pedagang Ayam Kentucky di Kawasan Sungai Lulut.

# Baca Juga :Pasar Murah Disperindag di Balangan Expo 2024, Beras dan Gula Diserbu Masyarakat, Harga Lebih Terjangkau

# Baca Juga :Pj Bupati Kapuas Erlin Hardi Harap Gerakan Pangan Murah Stabilkan Harga Pangan Jelang Idul Fitri 1445 H

# Baca Juga :Daftar Harga 28 Ponsel Oppo Terbaru 2024: Cek Harga Oppo Find N3, Oppo Reno7, Oppo A78 dan Oppo A18

# Baca Juga :Harga Sejumlah Bapok di Pasar Tanjung Naik, Bawang Merah Jadi Rp 50 Ribu Per Kg, Ini Penyebabnya

“Karena kenaikan bahan pangan ini saya harus mengurangi porsi ayam yang dijual,” ujarnya, Kamis (25/04/2024).

Kendati harga bahan pokok yang serba naik, ia mengaku tetap tidak menaikkan harga dagangannya.

“Kalau dinaikkan saya takut pembeli pada kabur, tapi alhamdulilah pelanggan masih ramai yang mampir belanja di sini,” katanya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Hery, pemilik Warung Makan Soto Lestari Rasa Nusantara di kawasan Benua Anyar.

“Kami masih belum menaikkan harga, tapi kita pakai cara alternatif supaya tidak mengalami kerugian,”ungkapnya.