Bahkan ia juga sempat mengira kalau didalam rahimnya itu masih ada bayinya. Namun usai dirinya duduk, ia baru menyadari dan melihat bahwa sang anak lahir dengan posisi tertelungkup tanpa kepala.
“Saya kira ada bayinya, saat saya duduk anak saya sudah di hadapan saya tak ada kepala. Melihat itu saya tak berdaya,” katanya.
Kemudian sehari setelah kejadian itu, MS disuruh pulang oleh pihak rumah Sakit Ulin Banjarmasin.
“Minggu tanggal (14/4/24) masuk melahirkan, besok Senin pulang karena sudah tidak ada lagi pengobatan kata dokter. Bahkan saya juga malah diminta untuk belajar jalan ke WC atau kemana untuk pemulihan,” katanya.
Akan tetapi atas kejadian yang terjadi, ia pun mengaku hanya bisa berdiam diri didalam rumah dengan perasaan sedih dan seketika mengaku menangis ketika teringat situasi tersebut.
Lantaran tak terima, ia pun mendatangi kantor polisi dan melakukan visum kembali ke rumah sakit Bhayangkara, Jumat (19/4/24).
Hingga akhirnya MS menyadari bahwa jahitan persalinannya terbuka dan harus dilakukan penanganan kembali.
Lebih lanjut, terhadap proses penyelidikan saat ini, MS mengaku bahwa dirinya telah memberikan keterangan kepada polisi.
“Kita sudah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian, dan sudah ditangani mereka,” ucapnya.
Menurutnya, berdasarkan keterangan rumah sakit, bayinya tersebut sudah meninggal lebih dulu di dalam kandungan, yakni sekitar 8 jam sebelum kelahiran.
“Padahal saat menuju rumah sakit Ulin Banjarmasin bayinya masih gerak dan detak jantungnya masih ada,” tutup MS.(Kalimantanlive.com/Ilham)
Editor : NMD







