Gunakan Apar dan Spillkit, Nakes RSUD Moch Ansari Saleh Jaga Keamanan dan Keselamatan Pasien

BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel), dalam hal ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moch Ansari Saleh melaksanakan pelatihan manajemen risiko fasilitas kesehatan bagi tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga penunjang.

Diketahui, dari pelatihan itu dirangkai praktik langsung di lapangan dengan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (Apar) dan Spillkit.

# Baca Juga :Memberikan Pelayanan Terbaik, 44 Pejabat Fungsional RSUD Moch Ansari Saleh Kembali Dilantik

# Baca Juga :Sukseskan Kemah Bela Negara, RSUD Moch Ansari Saleh Kirimkan Tenaga Kesehatan

# Baca Juga :RSUD Moch Ansari Saleh Tetap Berikan Pelayanan Optimal Libur Pasca-lebaran 2023

# Baca Juga :RSUD Moch Ansari Saleh Berikan Imunisasi Hepatitis B, Polio, Campak, DPT-HB-Hib, dan BCG

Direktur RSUD Moch Ansari Saleh, Among Wibowo melalui Wakil Direktur Pelayanan, Mohammad Syarif Hidayat mengatakan dari pelatihan ini akan mengimplementasikan proses manajemen risiko di rumah sakit dengan pendekatan Enterprise Risk Management.

“Kita tahu rumah sakit wajib memiliki fasilitas dan sistem pengelolaan sarana dan prasarana yang aman dengan melakukan asesmen risiko secara proaktif dan rumah sakit dapat mencegah bahaya/hazard yang terjadi dengan melakukan kontrol, mitigasi dan reduksi risiko yang nantinya akan meningkatkan keamanan dan keselamatan bagi semua pengguna rumah sakit,” kata Syarif, di Banjarmasin, Selasa (30/4/2024).

Dijelaskan Syarif, rumah sakit itu merupakan institusi yang sangat kompleks yang terdiri dari beragam risiko sehingga dalam mengantisipasinya diperlukan suatu pendekatan proaktif dengan manajemen risiko untuk mengidentifikasi risiko dan mencegah sebelum terjadi.

“Ruang lingkup manajemen risiko di rumah sakit meliputi identifikasi potensi atau kerugian akibat cedera, kerusakan properti atau kerugian keuangan melalui system peringatan dini (early warning system),” ungkap Syarif.