Hadi mengatakan kebiasaan seperti itu cukup negatif karena efek jangka panjangnya berbahaya terhadap tubuh pada masa yang akan datang.
Dirinya sebagai apoteker agent of change di tengah masyarakat merasa perlu membuat inovasi dalam upaya mendukung transformasi layanan kesehatan.
Serta harus turut berperan secara aktif mendorong keberhasilan pembangunan yaitu menjadikan desa dengan remaja bebas penyalahgunaan obat.
Hadi kemudian mengambil langkah melalui kegiatan Sobat Gemes. Dengan begitu ia berharap dapat terwujud generasi penerus bangsa yang sehat baik tubuh dan pikirannya.
Ia menerangkan inovasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan peran remaja dengan membentuk kader dan komunitas remaja desa melalui serangkaian kegiatan promotif, preventif, dan rehabilitatif.
Harapannya langkah-langkah tersebut mampu mencegah penyalahgunaan obat, khususnya di kalangan remaja.
Dikatakannya, semakin besar peran kader Sobat Gemes untuk desa maka semakin meningkat pengetahuan remaja dan memberi contoh yang baik. Dengan begitu, terwujud desa bebas penyalahgunaan obat.
Di lain pihak, di Kabupaten Tala angka prevalensi gangguan mental emosional pada pada penduduk umur sekitar 15 tahun sebanyak 3,43 persen.










