Langkah selanjutnya, sambung Rosehan, juga bisa menciptakan mungkin setiap hari ada penerbangan ke negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan Brunnei,
“Jadi kita sama-sama menjembatani hubungan saudara kita, rumpun melayu, yang mungkin kita anggap selama ini hanya bersua di medsos, kekerabatan yang cukup lama, atau mungkin halal bihalal,” ucap Rosehan.
Kata Rosehan, Pak Gubernur bersama DPR bisa memanggil travel-travel ataupun perhimpunan-perhimpunan atau kerukunan yang ada di masyarakat. Apalagi, ujar Rosehan, Pak Gubernur adalah Presiden Kerukunan Banjar
“Mulai langkah itu, Presiden Kerukunan Banjar bisa memanggil perguruan-perguruan banjar yang ada di Malaysia, Brunnei, Singapura, Thailand. Supaya kita memperarat hubungan silaturhami yang lebih akrab lagi,” jelasnya.
Apalagi, sebut dia, di Kalsel tidak hanya kerukunan banjar, ada madura, batak, Jawa, Sunda, Bugis, Sumatera dan lain-lain
“Siapa tahu mereka juga punya jadwal penerbangan yang mungkin memerlukan penerbangan ke tanah leluhur mereka. Selama ini pakai transit, memerlukan biaya, waktu, tubuh kita capek. Ini bisa difasilitasi lewat penerbangan langsung,” paparnya.
Rosehan NB yang juga mantan wakil Gubernur Kalsel mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengoreksi karena Syamsudin Noor tidak hanya satu-satunya tak lagi berstatus bandara internasional. Ada 17 bandara di tanah air yang dicabut status internasional oleh Kemenhub.







