Upacara Hardiknas di Kampus Politala Berjalan Khidmat dan Meriah, Refleksikan Keragaman Nusantara

Peserta upacara menyimak secara serius dan seksama saat pembina upacara (Tekad Budiantoro) membacakan sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Nadiem Anwar Makarim.

Dalam sambutan tertulisnya, Nadiem mengatakan bukan hal yang mudah untuk mentransformasi sebuah sistem yang sangat besar. Bukan tugas yang sederhana untuk mengubah perspektif tentang proses pembelajaran.

Pada awal perjalanan, disadari bahwa membuat perubahan membutuhkan perjuangan dan kesabaran. Rasa tidak nyaman menyertai setiap langkah untuk menuju perbaikan dan kemajuan.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional. Mari terus bergotong royong menyemarakkan dan melanjutkan Gerakan Merdeka Belajar,” ucap Tekad membacakan sambutan Menteri.

Setelah upacara selesai, Dewan Penyantun Politala Dr H Sihabuddin Chalid mengumumkan peserta upacara yang dinilai mengenakan busana adat terbaik.

Enam orang yang mengenakan busana adat terbaik mendapat kejutan hadiah. Penilaian busana dilakukan secara objektif oleh Sihabuddin dan dua orang penilai lainnya.

Enam orang yang mengenakan busana adat terbaik tersebut adalah Shinta Dwi Nanda (sekretaris pimpinan), Titik Wijayati (wadir bidang kemahasiswaan dan kerjasama), dan Bella Puspita Rininda (kepala prodi).

Sementera itu sivitas laki-laki yang mengenakan busana adat terkeren yaitu Imron Musthofa (dosen), Sidik Prasetiyo dan Eko Agung Imanto (tenaga kependidikan).