“Selain pola asuh, faktor ekonomi juga menjadi penyebab stunting di Kalsel. Meskipun begitu penyebab paling signifikan tetap pola asuh , karena yang punya kemampuan belum tentu bebas dari stunting jika pola asuhnya kurang baik,” jelasnya.
Lebih jauh, Lasma mengatakan, melihat hal tersebut pihak BKKBN pusat pun telah mengadakan pertemuan dengan setiap BKKBN regional terkait dengan peningkatan akselerasi cakupan penimbangan balita di posyandu agar cakupan elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) bisa mencapai diatas 85 persen.
“Dengan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) yang terupdate adanya kenaikan 0,1 persen maka pusat melakukan pertemuan untuk menyusun upaya akselerasi cakupan penimbangan balita di posyandu agar e-PPGBM nya mencapai diatas 85 persen dan bisa dibandingkan dengan hasil SKI terbaru,” tukasnya.(diskominfomc.kalselprov.go.id)
editor : NMD







