BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Kalimantan Selatan atau BKKBN Provinsi Kalsel mengadakan diseminasi hasil pemutakhiran pendataan keluarga dan data keluarga beresiko stunting tahun 2023.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel diwakili Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel, Lasma Uli Lumbantoruan mengatakan, kegiatan ini bertujuan agar data keluarga yang telah diverifikasi selama tahun 2023 lalu bisa dimanfaatkan oleh instansi terkait dalam melakukan intervensi percepatan penurunan stunting di Kalsel.
# Baca Juga :Tak Tertera di Web Satu Data Banua, Diskominfo Fasilitasi Pengumpulan Data Percepatan Penurunan Stunting
# Baca Juga :Tanah Bumbu Terima Penghargaan Bergengsi dari BKKBN, Sukses Tekan Angka Stunting
# Baca Juga :Cuma Rp 2 Ribu, Wali Kota Aditya Yakin Banjarbaru Bisa Cegah Stunting dan Lahirkan Generasi Unggul
“Berdasarkan verifikasi dan validasi (verval) 2023 kemarin ada sebanyaki 190.707 kepala keluarga yang beresiko stunting di seluruh Provinsi Kalsel,” kata Lasma di Banjarmasin, Selasa (7/5/2024).
Dia menuturkan, berdasarkan hasil peninjauan kembali di semester I 2023 jumlah tersebut mengalami penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan hasil verval pada semester II.
“Berdasarkan peninjauan kembali hasil semester I dengan semester II kita mengalami penurunan yang cukup signifikan dari 200.000 sekian menjadi 190.707 kepala keluarga, yang didominasi oleh Kabupaten Barito Kuala,” jelasnya.
Adapun yang menjadi penyebab stunting di Kalsel, lanjutnya, yakni pernikahan usia muda yang masih tinggi dan juga pola asuh yang tidak benar.
Untuk itu pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan edukasi pernikahan usia dini kepada remaja di Kalsel dan edukasi pola asuh kepada pasangan subur yang mempunyai anak balita dan batita.
Hal ini agar pola asuh dan pola pemberian makanan, khususnya makanan tambahan bisa lebih baik dari sebelumnya, dimana dalam pemberian makanan tambahan diatas enam bulan itu harus memperhatikan kecukupan protein pada anak agar bisa mencegah stunting pada anak.







