Pemprov Kalsel Gelar Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata Bagi Pokdarwis Tanah Laut

BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Pengembangan sektor pariwisata menjadi salah satu program prioritas yang diusung oleh Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor.

Tidak hanya infrastruktur, kompetensi sumber daya manusia pengelola sektor pariwisata menjadi faktor penting dalam menunjang kemajuan sektor pariwisata di Banua.

# Baca Juga :Apel Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2024, Gubernur Kalsel Ajak Masyarakat Berperan Aktif Cegah Karhutla

# Baca Juga :Pagelaran Seni Budaya Dayak Borneo, Gubernur Kalsel: Perkokoh Rasa Persaudaraan Masyarakat

# Baca Juga :Gubernur Kalsel Terima Rekomendasi DPRD atas LKPj Tahun 2023, Perbaikan Kinerja Pemerintahan dan Pembangunan

# Baca Juga :Rosehan NB Ajak Gubernur Kalsel dan Jajaran Kawal Syamsudin Noor Agar Kembali Berstatus Bandara Internasional

Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalsel pun menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Sekitar Wisata di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Rabu (8/5/2024).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dispar Kabupaten Tanah Laut yang diwakili Kepala Bidang Destinasi dinas setempat dan diikuti sebanyak 29 perwakilan pengelola Pokdarwis Kabupaten Tanah Laut, serta perwakilan instansi terkait.

Kepala Dispar Provinsi Kalsel, M Syarifuddin diwakili Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Mugeni menuturkan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi SDM pengelola objek wisata khususnya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Banua.

“Ini merupakan kegiatan rutin kita, dimana pada kesempatan kali ini kita merangkul sejumlah Pokdarwis Kabupaten Tanah Laut untuk kita tingkatkan kompetensinya. Ini merupakan kabupaten yang ke-4 setelah sebelumnya kita juga melakukan kegiatan serupa bagi rekan-rekan Pokdarwis dari Kabupaten Banjar, Batola, dan Kota Banjarmasin,” kata Mugeni.

Pada kegiatan kali ini, lanjutnya, para peserta akan diberikan pelatihan tentang mitigasi bencana di objek wisata, tips mengelola sosial media, dan teknik bercerita (story telling).