BKMT dan WI Kotabaru Gelar Daurah Ilmiah dan Haul Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari

KOTABARU, KALIMANTANLIVE.COM – Badan Kontak Majelis Ta’lim (BKMT) dan Wanita Islam (WI) Kotabaru menggelar Daurah Ilmiah sekaligus Haul Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari dan Syech M Kasful Anwar yang dihadiri puluhan jama’ah yang berlangsung pada Kamis (9/5/2024) di Perumnas Blok H Sekretariat Pondok Pesantren Al Fath Wan Nasr

Acara yang dimulai sekitar puluh 14.00 wita itu diawali dengan lantunan syair-syair maulid yang dibawakan oleh kelompok Maulid Habsy dari Pondok Kampung Melayu Martapura.

# Baca Juga :Pengukuhan Pengurus BKMT dan Pelantikan WI Kotabaru, Sekda: Wanita Mencari Surganya Allah

# Baca Juga :TP PKK Bersama Dinkes Kotabaru Gelar Penilaian Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Kalsel

# Baca Juga :Pemkab Kotabaru Raih WTP ke-9 Kali Berturut-Turut, Begini Tanggapan Ketua DPRD Kotabaru

# Baca Juga :Spektakuler, Bupati Kotabaru Kembali Raih Opini WTP ke- 9, Jadi Kado Terindah HUT Ke-74

Tuan Guru KH Munawwir Kamali dari Kampung Melayu Martapura melakukan Daurah Ilmiyah dengan membacakan kitab Hasbuna dan pengijasahannya kepada para jamaah yang hadir. Dimana menjelaskan isian kitab yang disampaikan.

“Adapun isi kitab tersebut, yaitu Amaliyah Hasbuna (sholawat dan do’a munajab), do’a arwah dan do’a selamat susunan Syekh Muhammad Kasful Anwal, do’a agar kuat hapalan supaya tidak lupa, do’a agar Husnul Khotimah, Sanad Ijazah seluruh karangan Muhammad Kasful Anwar,” Jelasnya

Kemudian, kegiatan ini juga diisi dengan haul dan pembacaan manakib Datu Kelampayan (Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari ) ke- 218 dan pembacaan manakib Datu Kasful ( Syekh Muhammad Kasful Anwar) ke- 86 yang juga dibacakan Tuan Guru KH. Munawir Kamali.

Kegiata ini merupakan wujud cinta dan rasa syukur atas apa yang telah diperjuangkan Datu Kelampayan selama ini. Beliau memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di Kalimantan, tidak hanya di tanah air tapi juga di Asia Tenggara.

Sedangkan Syekh Muhammad Kasyful Anwar merupakan ulama besar pendiri dan pimpinan periode 3 Ponpes Darussalam Martapura 1922-1940. Dikenal sebagai peletak dasar dibentuknya sistem pendidikan formal Ponpes Darussalam dari semula sistem halaqah. Beliau memperkenalkan penjenjangan mulai dari tahdiriyah, ibtidaiyah dan Tsanawiyah masing-masing 3 tahun. Beliau juga melakukan pembaharuan dari aspek kurikulum dengan memasukan pelajaran umum ke ponpes.