Gubernur Kalsel Ajak Masyarakat Hadapi Bencana Besar dengan Kesigapan, Jangan Jadi Pemicu Bencana

BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor mengajak kepada seluruh masyarakat Kalsel Babussalam untuk selalu waspada dan dapat mengenali gejala alam termasuk musim yang sewaktu-waktu dapat menjadi bencana, termasuk dengan memiliki pemahaman sesuai dengan tema ‘Siap Untuk Selamat, Indonesia Tangguh, Indonesia Hebat’.

Hal tersebut disebutkan pada peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB), di kawasan kantor gubernur di Banjarbaru, Rabu (8/5/2024), peringatan HKB pada tanggal 26 April, namun tahun ini diselenggarakan secara bersama-sama dengan tim gabungan, Forkopimda, Serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) seluruh kabupaten kota se-Kalsel.

# Baca Juga :Gubernur Kalsel Ingin Masyarakat Aktif Baik Pra Bencana, Siaga Bencana Maupun Pasca Bencana

# Baca Juga :Apel Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2024, Gubernur Kalsel Ajak Masyarakat Berperan Aktif Cegah Karhutla

# Baca Juga :Pagelaran Seni Budaya Dayak Borneo, Gubernur Kalsel: Perkokoh Rasa Persaudaraan Masyarakat

# Baca Juga :Gubernur Kalsel Terima Rekomendasi DPRD atas LKPj Tahun 2023, Perbaikan Kinerja Pemerintahan dan Pembangunan

“Kita ketahui bencana itu selalu membuat kerusakan, termasuk kerusakan yang paling membahayakan harus kita antisipasi karena risikonya bisa saja kematian, setidaknya jika kita siap siaga seperti saat ini, kita akan banyak manfaatnya terutama bencana-bencana yang tadinya besar bisa kita hadapi dengan kesiapsiagaan yang tangguh,” ujar Sahbirin Noor.

Ia menyebutkan jika peringatan HKB ini sebagai bentuk kesiapsiagaan oleh seluruh tim dari seluruh daerah untuk bahu-membahu bersama-sama menghadapi kebencanaan dan terus berkoordinasi dalam memberikan edukasi, sosialisasi, hingga mitigasi sehingga dapat meminimalisir dampak dari bencana.

“Kemudian juga hari ini sebentar lagi musim kemarau, mudah-mudahan di akhir bulan ini masih ada hujan lagi dan habis itu kalau hujan sudah mulai menurun maka kita memasuki musim kemarau,” lanjut Sahbirin.

Disebutkan, potensi bencana di Bumi Antasari dari dua musim di Indonesia, keduanya memiliki potensi kebencanaan, saat musim hujan dapat mengakibatkan bencana banjir, angin puting, dan tanah longsor, (batingsor), begitupula pada musim kemarau, ancaman bencana asap akibat kebaran hutan dan lahan (karhutla).