Taufik menambahkan, yang terpenting dari inovasi itu ialah kemudahan dan nilai manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat terutama di bidang pelayanan publik, baik yang bersifat digital maupun IPTEK.
Sementara itu, disampaikan Kepala Bappeda Litbang, Ahmad Syauqi, Kota Banjarmasin untuk penilaian indeks Inovasi Daerah di tahun 2023 lalu berada diurutan ke-21 untuk kategori kota dengan indeks sebesar 60,72 atau berpredikat Sangat Inovatif.
“Inovasi-inovasi yang selama ini telah dihadirkan, kita harapkan bisa mendukung kebutuhan yang ada di masyarakat dari berbagai sektor seperti, salah satunya pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Dimana dalam prosesnya, baik inovasi yang sudah ada maupun baru didalamnya terdapat hal-hal yang bisa dikembangkan terus (terbarukan) untuk mendorong kesesuaian dan kebutuhan masyarakat.
“Kita harapkan kegiatan ini bisa mendukung pengembangan inovasi daerah di tahun 2024 dari kota sangat inovatif menjadi kota terinovatif,” pungkasnya.
Turut hadir Awan Yanuarto (Badan Strategi Kebijakan Pengembangan SDM, TI dan Inovasi Kementerian Dalam Negeri) selaku narasumber dan diikuti Kepala Bappeda Litbang Ahmad Syauqi, sejumlah Kepala SKPD, Camat, Perusda serta jajaran terkait.(Kalimantanlive.com/Lina)
Editor : NMD







