Pelaku Pembunuhan di Kuin Cerucuk Banjarmasin Mengaku Menyesal dan Minta Keluarga Korban Memaafkan

“Sempat bulik dulu meambil lading (sempat pulang ngambil pisau),” bebernya.

Dari konferensi pers yang digelar Polisi, terlihat barang bukti sajam jenis pisau milik pelaku sampai bengkok akibat pertikaian tersebut.

“Ga ingat kenapa sampai pengkor (bengkok),” ujarnya.

Pelaku mengatakan bahwa dia khilaf serta menyesal telah melakukan hal tersebut dan memohon maaf atas keluarga korban yang ditinggalkan.

“Saya meminta maaf kepada pihak keluarga atas kejadian kemarin, saya menyesal,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Polsek Banjarmasin Barat menggelar konferensi pers ungkap kasus perkelahian maut yang terjadi di Jalan Kuin Cerucuk Kecamatan Banjarmasin Barat tepatnya di bawah Jembatan Pertamina, Sabtu (11/5/2024).

Polisi mehadirikan pelaku yang diketahui bernama Armando (21) warga Desa Baluti Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Dia berhasil ditangkap oleh Anggota Opsnal Unit Reskrim Polsek Banjarmasin Barat dibackup oleh Unit Jatanras Satreskrim Polresta Banjarmasin dan Resmob Polda Kalsel di daerah HSS, pada Minggu (12/5/2024) kemarin.

“Menanggapi laporan masyarakat, dan arahan dari bapak Kapolresta kepada seluruh personel Jatanras serta berkoordinasi dengan Resmob Polda Kalsel dan Polres HSS hingga akhirnya pelaku berhasil kita amankan pada pukul 01.00 wita,” ungkap Kapolsek Banjarmasin Barat, Kompol Aris Munandar kepada awak media.

Ia menjelaskan motif kejadian ini berawal saat pelaku dan korban bersinggungan di Jalan. Saat itu, pelaku sedang membawa truk tangki yang akan mengirim ke Kalimantan Tengah (Kalteng).

Tiba-tiba dipertengahan Jalan, pelaku bertemu dengan korban yang sedang mengendarai sepeda motor bersama temannya. Saat itu korban memblayer motornya dan dibalas pelaku dengan memblayer kan truk tangkinya sehingga menyebabkan salah paham.

Kemudian sekitar 100 meter, keduanya justru berhenti dan beradu pandang hingga terjadi cekcok dan saling menantang. Pelaku juga sempat turun dan meminta maaf, namun korban terap bersikeras sehingga terjadilah kesalah pahaman.

Pelaku sempat mengikuti korban kearah Jalan tol, namun sesampainya di Jembatan Basirih pelaku tidak menemukan korban lagi. Masih merasa panas, pelaku kembali ke Kuin Cerucuk dan menaruh truk tangki lalu pulang.