Pelaku Pembunuhan di Kuin Cerucuk Banjarmasin Mengaku Menyesal dan Minta Keluarga Korban Memaafkan

BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Usai membabi buta membunuh temannya sendiri, Armando (21) pelaku pembunuhan di Jalan Kuin Cerucuk Kecamatan Banjarmasin Barat mengaku menyesal atas perbuatannya itu.

Pelaku yang diketahui warga Desa Baluti, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) nekat melakukan penusukan terhadap korban bernama Agustian (22) yang tak lain adalah temannya sendiri gegara masalah saling bersinggungan.

Diketahui pertemanan antara pelaku dan korban sendiri sudah lama, dan masalah yang jadi pemicu tewasnya korban ini pun rupanya sudah sering terjadi.

# Baca Juga :Polisi Berhasil Amankan Pelaku Pembunuhan di Kuin Cerucuk Banjarmasin, Motifnya Gegara Bersinggungan

# Baca Juga :Bersembunyi di Batas Kota, Satreskrim Polresta Banjarmasin Amankan Pelaku Pembunuhan, Kompol Thomas: Sempat Melawan

# Baca Juga :Terungkap, Ini Motif Kasus Pembunuhan Sadis, Pria Habisi Kakak Ipar dengan 38 Tusukan di Kuin Selatan Banjarmasin

# Baca Juga :Terungkap Orang Ini Otak Pembunuhan Danramil Aradide, Mayor Osea Satu Boma Pentolan OPM Diburu

Armando mengaku bahwa perbuatan yang dirinya lakukan saat itu karena khilaf, lantaran emosi yang sudah memuncak dan sudah tidak tahan lagi.

“Sudah kada katahanan lagi, ditantanginya tarus (sudah tidak tahan lagi, selalu ditantang dia),” jelasnya.

Ia mengungkapkan alasannya tidak tahan lagi untuk menahan emosi saat itu karena korban sudah menyinggung hal pribadinya.

“Inya (dia) meremehkan, menyambati pribadi kaya asal (dia meremehkan, mengejek pribadi seperti asalku),” ucapnya.

Pelaku mengakui bahwa dirinya sudah sering untuk mengalah dan meminta maaf. Namun korban masih saja menghina dan menantangnya.

“Inya bepadah napa garang? Mahing banar kah? (Dia bilang kenapa? Hebat banget kah?),” terangnya.

“Ulun minta maaf, tapi disambatnya becakah (aku minta maaf, tapi dia bilang sombong),” lanjutnya.

Sebelum korban tewas, ia mengaku peristiwa berdarah itu diwarnai aksi tantang-menantang diantara dirinya dan korban.

Korban sempat mengajak pelaku untuk ketemuan di Jalan Tol. Namun sesampainya pelaku di Jalan Tol korban tidak ada.

Semakin marah merasa dibohongi, akhirnya pelaku kembali mendatangi pelaku ke TKP dengan pisau yang sempat diambilnya di kost.