Polisi Rekontruksikan Kasus Penganiyaan Berujung Maut di Tabalong, Ada 25 Adegan

AN kemudian menuju lokasi yang dimaksud dan sesampainya di depan warung tersebut AN melihat korban, duduk bersandar dengan kondisi berlumuran darah pada bagian kepala hingga wajah.

Melihat itu, AN menanyakan kepada korban siapa yang telah menabraknya. Tetapi kemudian justeru pelaku, AL, yang juga ada di lokasi menjawab kalau dia yang telah memukul korban.

Tak berpikir lama, AN kemudian mengambil mobil ambulan di posko UPBS yang berada dekat dengan tempat kejadian dan membawa korban ke RSUD H Badaruddin Kasim untuk dilakukan perawatan.

Namun setelah dilakukan perawatan, pada hari Kamis (18/4/2024) siang, korban tidak tertolong lagi dan meninggal dunia di rumah sakit.

Korban mengalami alami luka parah karena kepalanya menjadi sasaran hantaman kayu balok yang dilayangkan pelaku AL.

Sementara itu berdasarkan keterangan korban dan pelaku yang sudah saling kenal ini, pada saat Ramadan tadi ada terjadi kesalahpahaman.

Dimana candaan pelaku ketika itu ditanggapi serius oleh korban dan akhirnya itulah yang diduga jadi pemicu, sehingga saat bertemu lagi di warung makan, Rabu (17/4/2024) siang.

Saat itu pelaku sedang makan siang di warung tersebut dan kemudian datang korban yang juga memesan makan, lalu berkata kepada pelaku untuk menunggu dengan maksud menantang berkelahi.

Setelah korban menyelesaikan makannya kemudian keluar warung dan mengajak pelaku untuk ribut namun pelaku saat itu berusaha tidak meladeni. Korban kemudian naik ke atas sepeda motornya sambil berkata “Pukul saja kalau berani”.

Lalu, pelaku mengambil sepotong balok yang ada di dekatnya dan memukulkan ke arah kepala korban sebanyak 1 kali hingga menyebabkan korban luka dan terjatuh.