BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina angkat bicara terkait kelangkaan elpiji (LPG) 3 kilogram di Kota Banjarmasin.
Diketahui, saat ini ramai di sosial media masyarakat mengeluhkan kelangkaan elpiji 3 kg, yang mengakibatkan harga gas melon tersebut melejit naik hingga menyentuh angka Rp 40 Ribu tiap tabungnya.
# Baca Juga :Emak-Emak Harus Tahu! Mulai 2024 Tak Semua Bisa Beli Elpiji 3 Kg, Hanya Orang Ini yang Diizinkan
# Baca Juga :SIAP-siap! Kamu Tak Bisa Beli Elpiji 3 Kg Lagi, Kementerian ESDM Mulai Lakukan Pendataan
# Baca Juga :Hanya Soal Antre Elpiji 3 Kg, Seorang Pria di Tabalong Lukai 4 Teman se-Kampungnya dengan Belati
# Baca Juga :Bongkar Praktik Ilegal Penjualan Elpiji 3 Kg Lebihi HET, Polisi Tabalong Bekuk Fikri
“Kalau mahal begini kasian untuk kalangan UMKM karena keuntungan jadi menipis,” tulis akun @yulita7663.
“Saya warga Sungai Andai sulit juga mendapatkan gas elpiji 3 KG,” timpal akun @parisndanil.
Menanggapi keluhan tersebut, Ibnu Sina melalui laman Instagramnya mengatakan langsung memerintahkan bagian ekonomi sektor Banjarmasin untuk berkoordinasi dengan pihak Pertamina.
“Selain itu juga berkoodinasi dengan 5 Camat se-Kota Banjarmasin untuk mengecek kelurahan-kelurahan mana saja yang terjadi kelangkaan gas elpiji 3 KG,” katanya, Kamis (16/05/2024).
Melalui sales branch manajer Pertamina, diakuinya tidak ada pengurangan kuota untuk jatah elpiji 3 KG yang bersubsidi di semua agen se-Kota Banjarmasin.
“Penyaluran kita itu di bulan April jatah kuotanya 21.948 tabung per hari untuk satu ribu, dan sampai dengan akhir Mei itu sudah tercapai penyaluran 22.982 tabung per hari,” sebut Walikota dua periode ini.
Setelah ditelurusi lebih lanjut penyebab kelangkaan ini, Ibnu Sina mengungkapkan sempat terjadi penghentian penyaluran gas elpiji 3 KG pada saat hari libur nasional dan cuti bersama selama empat hari berturut-turut kemarin.







