Puluhan Orang Baku Tembak di Kebun Sawit Sarang Halang Tanah Laut, Ajang Sukma 3 Berlangsung Sengit

Pada kegiatan spring only tersebut FPS (kaki per detik) airsoft gun yang digunakan yakni Rifle SG 380 dan Sniper 450. Bentuknya bervariasi, umumnya berwarna army. Begitu pula busana para peserta umumnya loreng army.

Ada juga yang mengenakan kostum cukup lengkap. Seperti menggunakan topi topeng tengkorak. Ada pula yang mengenakan romi atau sejenis selimut punggung yang menyerupai rerumputan untuk membiaskan pandangan agar terlihat lawan seperti semak.

BACA JUGA:
Pj Bupati Tala Syamsir Temui Petinggi BUMN, Bahas Ketertinggalan Sosial Ekonomi Warga Tebing Siring

Arif, salah satu peserta yang berasal dari Kapuas mengaku cukup senang dapat mengikuti Sukma 3 yang digelar Black Boy Scout Pelaihari tersebut.

Menurutnya medan yang disiapkan pihak panitia cukup keren karena layaknya medan perang sungguhan. Apalagi area (kebun sawit) untuk ajang Sukma 3 cukup luas hingga sekitar satu hektare.

Ketua Porgasi Tala H Dahnial Kifli mengatakan organisasinya akan terus memberi support terhadap kegiatan-kegiatan positif seperti ajang Sukma 3 yang digelar oleh Balck Boy Scout Pelaihari.

Menurut mantan sekda Pemkab Tala ini, kalangan anak muda memang perlu diberi ruang memadai untuk menyalurkan hobi. Salah satunya melalui ajang perang-perangan di alam terbuka seperti di lokasi Sukma 3 di kebun sawit yang luas di belakang SDIT Assalam, Pelaihari.

kalimantanlive.com/syahza rei maghribbi
Editor: elpian

FOTO: SYAHZA REI MAGHRIBBI
PERANG – Para sniper airsoft gun Kalsel plus Kalteng ‘berperang’ pada ajang Sukma 3 yang dihelat Black Boy Scout Pelaihari di kebun sawit di Sarang Halang, Minggu (26/5).