SERUYAN, Kalimantanlive.com – Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Seruyan, Arahman, mengungkapkan bahwa salah satu permasalahan utama yang dihadapi pemerintah setempat adalah ketimpangan distribusi tenaga kesehatan di berbagai daerah kabupaten.
Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, dengan luas wilayah mencapai 16.404 kilometer persegi, menghadapi tantangan signifikan dalam mendistribusikan layanan kesehatan yang merata di seluruh wilayahnya.
BACA JUGA: DPRD Seruyan Desak Dinas Pendidikan Atasi Krisis Guru Agama, Kualitas Pendidikan Terancam
Hal ini dipengaruhi oleh kondisi demografi dan geografis yang kompleks, sehingga berdampak pada akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, terutama di daerah terpencil.
“Saat ini, jumlah tenaga kesehatan di Seruyan masih jauh dari ideal. Meskipun baru-baru ini ada penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang membantu mengisi kekosongan, namun masih dibutuhkan upaya lebih lanjut untuk memperluas jumlah tenaga kesehatan yang tersedia,” ujar Arahman.
Arahman menekankan pentingnya inovasi dari pemerintah daerah, khususnya dinas kesehatan, dalam mengoptimalkan potensi yang ada.
“Kami mendorong pemerintah daerah untuk terus berinovasi dan memanfaatkan peluang yang tersedia guna memenuhi kebutuhan akan tenaga kesehatan,” tambahnya.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Seruyan diminta untuk meningkatkan kerjasama dengan institusi pendidikan kesehatan guna mencetak tenaga kesehatan yang siap ditempatkan di seluruh wilayah.







