PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – Meski merupakan kampus vokasi, namun Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) juga memberikan wawasan ekstra bagi sivitas akademika setempat. Termasuk bagi kalangan mahasiswa.
Pada Rabu (29/5/2025) di kampus setempat berlangsung sesi kuliah ekstra yang mengupas ihwal postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2024.
Mahasiswa Politala pun terpantau sangat antusias menyimak paparan pemateri dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pelaihari.
# Baca Juga :Elmira Nasyila Sari Juara Politala’s Got Talent, Suara Biolanya yang Sangat Memukau Dewan Juri
# Baca Juga :Expo Merdeka Belajar Politala Semarak, elaku UMKM dan Mitra Kerja Antusias Ambil Bagian
# Baca Juga :Syamsir Tegaskan Pemkab Tala Dukung Penuh Langkah Politala Menuju Universitas Sains Terapan
Kuliah umum bertema Edukasi APBN 2024 dan Peran Indonesian Treasury tersebut dibuka oleh Direktur Politala Dr Hj Mufrida Zein SAG MPd bertempat di Aula Lantai 3 Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Al Banjari di lingkungan kampus setempat.
Kegiatan tersebut dimulai sejak sekitar pukul 08.30 Wita. suasana kampus yang terletak di kawasan Jalan A Yani Desa Panggung, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), itu pun menjadi lebih ramai dibanding hari biasanya.
Edukasi mengenai APBN bagi mahasiswa Politala Prodi Akuntansi dan Perpajakan bertajuk Treasury Goes to Campus PELITA (Peduli APBN Kita) tersebut berlangsung lancar dan interaktif. Pada sesi tanya jawab, banyak mahasiswa yang bertanya.
“Saya ingin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak KPPN Pelaihari yang telah bekerjasama dengan kami untuk menyelenggarakan acara ini.” ucap Direktur Politala Dr Hj Mufrida Zein SAg MPd dalam sambutannya.
Ia mengatakan kehadiran KPPN Pelaihari di kampus Politala juga menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan edukasi yang mendalam mengenai APBN kepada mahasiswa. Dengan begitu mahasiswa juga mengetahui bagaimana pengelolaan keuangan negara.
Pada kuliah umum tersebut, Kepala KPPN Pelaihari Muhammad Falih Ariyanto SST MBA mengupas mengenai postur APBN 2024. Juga terkait kebijakan fiskal pemerintah serta manfaat atas APBN yang mayoritas pendapatannya bersumber dari sektor perpajakan.







