“APBN mempunyai fungsi distribusi, stabilisasi, alokasi dan menjadi shock absorber. Apabila perekonomian dan negara sedang menghadapi tantangan yang mengancam stabilitas APBN,” sebut Falih.
Ia juga mengatakan ekonomi Indonesia sangat rentan terhadap guncangan perekonomian yang disebabkan ketidakpastian global.
Guncangan tersebut tidak semuanya langsung dirasakan oleh masyarakat. Sebagian ditampung oleh APBN melalui berbagai intervensi instrumen kebijakan fiskal seperti contoh pemberian subsidi, penyaluran bantuan langsung tunai, dan insentif perpajakan bagi pelaku usaha terdampak.
Falih mengatakan masyarakat hendaknya lebih sadar dan paham tentang APBN yang sangat terkait dengan seluruh hajat hidup masyarakat.
Dirinya juga berharap seluruh mahasiswa Politala makin mengerti tentang manfaat penggunaan pajak yang telah dibayarkan masyarakat yakni untuk membiayai program/kegiatan pembangunan.
Pada kuliah umum tersebut, juga sekaligus disosialisasikan pengendalian gratifikasi sebagai upaya membangun masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai budaya anti korupsi.(Kalimantanlive.com/syahza Rei maghribbi)
editor : TRI







