Jelang Hari ‘H’ Pemotongan Hewan Kurban Iduladha, Disbunnak Kalsel Waspada Penyakit Menular

BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan (Disbunnak Kalsel) melaksanakan Rapat Persiapan Pemotongan Hewan dalam rangka pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1445 H di Aula Kelapa Sawit Disbunnak Kalsel, Banjarbaru, Kamis (6/6/2024).

Sesuai arahan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, Disbunnak Kalsel berserta jajaran terus melakukan upaya peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit mulut dan kuku, penyakit kulit berbenjol (lumpy skin disease/ LSD), dan penyakit hewan menular lainnya baik yang bersifat zoonosis ataupun tidak.

# Baca Juga :Gubernur Kalsel Serahkan Chooper Rumput untuk Kelompok Tani di Kabupaten Banjar, Ini Kegunaannya

# Baca Juga :Gubernur Kalsel Letakkan Batu Pertama Pembangunann Rumah Jabatan Gubernur Kalsel di Banjarbaru

# Baca Juga :Ajak Lakukan Perbaikan Tata Kelola Barang Milik Daerah, Gubernur Kalsel Minta SKPD Serius dan Konsisten

# Baca Juga :Serahkan Bantuan RTLH Korban Bencana, Gubernur Kalsel: Wujud Kehadiran Pemerintah di Tengah-tengah Masyarakat

Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi menyampaikan, pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan merupakan tanggung jawab bersama baik oleh pemerintah (pusat, provinsi dan kabupaten/kota) dan berbagai pihak terkait.

“Untuk itu diperlukan harmonisasi peranan setiap pihak guna memperkuat penanggulangan dan pengendalian penyakit hewan menular strategis di Kalsel sebagai upaya penyediaan dan penjaminan keamanan Pangan Asal Hewan (PAH) yang aman, sehat, utuh dan halal (asuh),” kata Suparmi.

Suparmi menyampaikan, Kalsel berdasarkan perkembangan data ketersediaan dan kebutuhan hewan kurban memiliki ketersediaan 27.959 hewan kurban yang terdiri dari 19.403 ekor sapi potong, 1.103 ekor kerbau, 7.371 ekor kambing, dan 82 ekor domba.

“Dengan kebutuhan sapi sebanyak 19.350 ekor, kerbau 647 ekor, kambing 1.788 ekor dan domba 11 ekor,” ujar Suparmi.

Hewan kurban di Kalsel tidak hanya berasal dari wilayah sendiri, tetapi masih ada yang didatangkan dari luar wilayah Kalsel yang tentunya harus diawasi dan dipastikan aman dari berbagai penyakit.