Sementara itu, bagi umat Islam di wilayah lainnya yang tidak berhaji, sehari sebelum Idul Adha disunahkan melakukan puasa Arafah ketika jemaah haji wukuf di Padang Arafah, 9 Dzulhijjah 1445 H. Tanggal 9 Dzulhijjah 1445 Hijriyah bertepatan pada Minggu, 16 Juni 2024 sesuai dengan hasil sidang isbat Kementerian Agama RI pada Jumat (7/6/2024).
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2024 yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama RI, tanggal 9 Dzulhijjah berbarengan dengan hari Minggu, 16 Juni 2024.
Penetapan resmi tentang bulan Dzulhijjah dilakukan melalui sidang isbat dengan mempertimbangkan hasil pengamatan hilal di 114 titik yang ada di Indonesia.
Ada tata cara khusus melaksanakan Puasa Arafah bagi umat Islam yang ingin melakukannya.
Mengutip berbagai sumber, berikut ini tata cara pelaksanaan Puasa Arafah 9 Dzulhijjah 1445 H/2024:
Tata Cara Melaksanakan Puasa Arafah:
Niat dan Keutamaan Puasa Arafah
Tata cara pelaksanaan ibadah puasa Arafah sama dengan puasa sunnah lainnya kecuali niatnya.
Bacaan niat puasa Arafah yang harus dibaca pada malam hari atau sebelum subuh adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى
(Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ).
Artinya:
Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT.
Puasa Arafah sangat besar keutamaannya sehingga disebut sebagai puasa sunah yang sangat dianjurkan (muakkad).
Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW berikut yang berarti:
“Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lalu dan yang akan datang, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim).(dtm)
editor : TRI










