Menghadapi berbagai permasalahan tersebut, pemerintah (lintas program/lintas sektor) dan swasta memiliki kewajiban untuk mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang kompeten, patuh terhadap standar, dan sarana prasarana untuk menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi.
“Oleh karena itu, perlu dilaksanakan rapat evaluasi lintas sektor kesehatan ibu dan anak termasuk masalah gizi tingkat Provinsi Kalsel untuk menggalang komitmen dan kerjasama lintas sektor di luar bidang kesehatan,” ungkapnya.
Melalui rapat tersebut, diharapkan peran dan partisipasi aktif dari semua elemen dapat memberikan masukan dan saran yang sesuai dengan keluhan dan permasalahan yang terjadi, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi di Provinsi Kalsel.
“Merawat kesehatan bukanlah tanggung jawab sektor kesehatan semata, melainkan tanggung jawab bersama semua elemen bangsa, sehingga peran dan perhatian aktif dari seluruh masyarakat sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan kesehatan yang ada di Kalsel,” pungkasnya.(diskominfomc.kalselprov.go.id)
editor : TRI







