Terlebih ia juga membantah adanya keterlibatan seorang Bhayangkari yang merupakan adik tiri WS yang ikut melakukan pengeroyokan tersebut. Akan tetapi kata dia justru, Bhayangkari tersebut ikut melerai saat A menjambak rambut WS.
“Ibu Bhayangkari itu melerai saja, dia hanya memegang bahu dan berteriak meminta tolong kepada warga setempat karena tidak bisa melepaskan jambakan A di rambut WS,” ucapnya.
Ia juga tidak membenarkan jika A saat itu tengah berberes-beres di dalam rumah dan tiba-tiba dikeroyok.
“Dia (A) saat itu tengah bersantai di teras rumah. Karena rumah dalam kondisi terkunci, jadi dia berada di halaman. Kata dia yang mengucapkan berberes-beres di media itu tidak benar. Tidak sesuai dengan kronologi,” tegas Maria.
Kalimantanlive.com/Ilham
Editor: elpian







