Ipda Partogi juga membeberkan bahwa berdasarkan informasi pihak keluarga, korban belakangan diketahui sering mengkonsumsi miras dan obat-obatan.
Lebih lanjut, dari hasil pemeriksaan petugas Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Banjarmasin beserta piket gabungan fungsi Polsek Banjarmasin Timur dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
“Menurut keterangan keluarga, dia (korban) sering mengonsumsi hal tersebut dan sering mengeluh sakit dada dan tidak pernah diperiksa,” jelas Partogi.
Kalimantanlive.com/Ilham
Editor: elpian







