Sementara itu, Plt. Ketua Umum FKDK BPD-SI, Irjen Pol (P) Drs. H. Didi Haryono, menegaskan bahwa aset BPD se-Indonesia yang mencapai Rp. 910,9 triliun menunjukkan peran strategis dalam ekonomi nasional.
“Para komisaris BPD harus terus beradaptasi untuk meningkatkan pengawasan dan menjamin bisnis BPD yang lebih profesional,” tambahnya.
Acara ini juga mendapat dukungan dari Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kalsel, Agus Dianoor, yang menyoroti pentingnya sinergi antara BPD dengan Pemerintah Daerah untuk memperkuat ekonomi mikro dan UMKM.
Dengan berakhirnya seminar ini diharapkan, BPD-SI mampu menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik, mendorong inovasi, dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian regional dan nasional.
Kalimantanlive.com/Hms Bank Kalsel
Editor: Elpian







