Jumlah Dokter Hewan Minim, PDHI Dorong Perguruan Tinggi di Kalsel Buka Fakultas Kedokteran Hewan

BANJARMASIN, Kalimantanlive.com- Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) mendorong pemerintah dan perguruan tinggi di Kalsel untuk membuka fakultas kedokteran hewan untuk mengatasi kekurangan dokter hewan.

Dia mengatakan, saat ini jumlah dokter hewan di Indonesia berkisar 13 ribu hingga 15 ribu orang. Angka ini jauh dari kebutuhan minimal yakni 30 ribu dokter hewan.

“PDHI Kalsel pun diharapkan mampu mendorong pemerintah daerah dan perguruan tinggi di provinsi ini untuk membuka fakultas kedokteran hewan,” kata Ketua Umum PDHI Dr drh Muhammad Munawaroh saat melantik pengurus PDHI Kalimantan Selatan di Banjarmasin, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Ketersediaan Hewan Kurban di Kalsel Capai 27.959 Ekor, Disbunnak: Aman dari Berbagai Penyakit

Dia mengungkapkan salah satu faktor yang menyebabkan masih kurangnya dokter hewan adalah kuliahnya yang sulit dan terbatasnya jumlah bangku.

“Kuliahnya sulit sedari awal. Untuk menjadi dokter hewan harus mengalahkan 40-60 saingan karena keterbatasan bangku kuliah,” ujarnya.

Dia pun mengharapkan PDHI Kalsel mampu mendorong pemerintah daerah dan perguruan tinggi di provinsi ini untuk membuka fakultas kedokteran hewan.

Data Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel, jumlah petugas kesehatan hewan di Banua saat ini tak lebih dari 100 orang. Dari total itu, sebanyak 29 orang berprofesi sebagai dokter hewan dan 56 orang paramedik veteriner.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Disbunnak Kalsel, Edi Santosa membeberkan para petugas kesehatan hewan itu tersebar di sejumlah Puskeswan yang ada di Banua.

“Ada di Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, ada pula di Tanahlaut, Tanahbumbu, Kotabaru, dan Barito Kuala. Paling banyak dua dokter hewan di setiap Puskeswan,” bebernya.

Edi menyebut, idealnya satu dokter mengawal mengawal kesehatan 3.000 sapi. Sedangkan populasi sapi di Kalsel mencapai 190 ribu. Belum lagi populasi ternak lain.