“Harusnya kalau ada kasus soal hewan, pihak doker hewan bisa turun ke lapangan hari itu juga. Tapi kalau laporan terlalu banyak, terpaksa nunggu antrean. Termasuk tidak adanya Puskeswan di daerah Gambut yang melayani masyarakat di Gambut dan sekitarnya yang merupakan daerah ungags. Pasti akan sedikit menyulitkan dan menunggu antrean,” ujarnya.
Dia menyebut, untuk Kabupaten Banjar dengan jumlah 20 kecamatan, dan populasi ternak sapi atau kerbau terbesar kedua se-Kalsel, idealnya ada 10 Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan (Puskeswan).
BACA JUGA:
Begini Tata Cara Mengirim Hewan Melalui Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Banjarmasin
“Tiap unit Kesawan idealnya punya dokter hewan 1 orang, paramedik 2 orang administrasi peternakan 1 (minimal 4 orang). Namun, saat ini di Kabupaten Banjar hanya tersedia, dua puskeswan dengan dua tenaga dokter hewan, dan beberapa paramedik,” urainya
Kebutuhan lain adalah di kantor dinas diperlukan 1 orang staf dokter hewan di unit Keswan, dan 1 oran, di unit Kesmavet. Sehingga total dokter hewan yang diperlukan sebanyak 10 orang. Selain itu, staf medik veteriner (dokter hewan) dan juga minimal 20 orang paramedik.
“Saat ini ketersediaan di Banjar baru 5 orang staf dokter hewan, 10 orang staf paramedic, atau terpenuhi 50 persen,” jelasnya.
Kondisi serupa terjadi di Tanahlaut. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner, Pascapanen dan Pengolahan Hasil pada Disnak Keswan Tala drh Taufik mengatakan idealnya di Tala memiliki 20 dokter hewan.
“Tujuh dokter hewan yang ada saat ini memang masih kurang. Namun demikian dapat kami maksimalkan sehingga secara umum pelayanan di seluruh kecamatan bisa berjalan,” ucapnya.
Dikatakannya, ada 35 petugas lapangan yang siap membantu tugas dokter hewan. Di antaranya ada yang berstatus petugas swadaya sebagai inseminator dan paramedis yang dapat melakukan penanganan awal ketika ada keluhan atau gangguan kesehatan hewan.







